Senin, 23 Juli 2018

5 Tanda kamu mengalami kekerasan emosional dalam pacaran




 

o      Agar tidak membuat marah pasangan, kamu sangat hati-hati untuk tidak melakukan apapun yang bisa memicu kemarahannya. Kamu tidak pernah tau kapan atau apa yang kamu lakukan, tidak peduli betapa sepelenya, apapun itu mungkin saja dapat memicu kemarahan pasanganmu.

o     Pasanganmu bisa mengeskpresikan emosi dan pendapatnya, tapi kamu tidak. Gak masalah kalau pasanganmu yang berbicara kasar dan membentak. Tapi jika itu kamu, kamu dikritik oleh pasanganmu, bahkan dimarah balik.

o      Pasanganmu curigaan. Seringkali pasangan yang kasar memiliki kepercayaan diri yang rendah, yang kemudian membuatnya sulit untuk percaya pada pasangannya. 

o      Kamu tidak bisa mendiskusikan permasalahan-permasalahan dalam hubungan kalian dengan pasanganmu. Kritik seperti apapun akan dianggap sebagai serangan oleh pasanganmu. Dan kamu lebih memilih menghindari mendiskusikan masalah Cuma karena kamu ingin membuat hubungan kalian tetap tenang.

o      Kamu merasa bingung dan terjebak. Menjadi korban dari kekerasan dalam pacaran bisa membuatmu merasa bingung dan terjebak. Pasangan yang kasar ini mungkin akan menggunakan kata-kata yang emosional untuk membuatmu tetap mempertahankan hubungan kalian, seperti “aku butuh kamu”, “jangan tinggalin aku sendirian”. Seringkali, sebagai korban kamu merasa tidak berdaya untuk melakukan apapun dalam situasi ini.

Jika ini terjadi padamu, apa yang harus kamu lakukan?

Ada dua pilihan yang dapat kamu lakukan:  pertama, konseling, baik sendirian atau pun berdua dengan pasanganmu; kedua, tinggalkan pasanganmu, relakanlah hubungan tersebut, tidak ada seorang pun yang harus menahan diri menjadi korban kekerasan dalam pacaran.

Tujuh Keterampilan Teratas yang dibutuhkan Google


Banyak orang berbicara tentang keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan anak-anak di tempat kerja. Kebanyakan mengatakan bahwa siswa perlu belajar program STEM (Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika) untuk dapat bertahan di dunia kerja Ya, langkah ini memang tidak salah, namun rasanya pernyataan tersebut masih terlalu sederhana.

Maksud Anda Masih Ada Lagi cara untuk Mendapatkan pekerjaan di masa depan selain dengan mempelajari program STEM?

Unsplash

Cathy N. Davidson adalah direktur pendiri Futures Initiative dan seorang profesor dalam program doktor dalam bahasa Inggris di Graduate Center, CUNY, dan penulis buku baru, The New Education: How to Revolutionize the University to Prepare Students for a World in Flux.  Dia baru-baru ini berkata, "Di seluruh Amerika, para siswa dengan cemas berusaha mengejar "Cita-cita". Anak disarankan untuk fokus pada STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) oleh para pakar dan orang tua yang bersikeras bahwa itu adalah satu-satunya cara untuk menjadi tenaga siap kerja. Tetapi dua studi terbaru tentang kesuksesan
 di tempat kerja bertentangan dengan kebijaksanaan konvensional ini tentang "hard skill" .
Anehnya, penelitian ini berasal dari perusahaan yang paling terkenal dengan program STEM-only: Google. "

Ya. Untuk wawasan terbaru, Google memiliki sesuatu untuk dibagikan kepada kita.

Google dibentuk dua puluh tahun yang lalu, pada tahun 1998. Ketika mereka pertama kali memulai, pendiri Sergey Brin dan Larry Paige (keduanya ilmuwan komputer brilian) menetapkan suatu algoritma untuk mencari ahli ilmu komputer yang hebat. Pada 2013, Google memutuskan untuk menguji bagaimana proses perekrutan dan pemecatan mereka berhasil. "Project Oxygen" mengejutkan semua orang. Ternyata dari delapan keterampilan terpenting di Google, keahlian STEM termasuk dibutuhkan paling akhir. Daftar teratas adalah keterampilan interpersonal yang kuat. Google mulai menyesuaikan proses perekrutan mereka; mereka menyadari bahwa universitas sains elit tidak dapat memberikan mereka karyawan terbaik.

Tujuh Keterampilan Teratas yang dibutuhkan Google

Ini semua menimbulkan pertanyaan: Keterampilan apa yang paling berharga yang sekarang dicari Google pada kandidat kerja? Keterampilan ini tidak terasa berasal dari jurusan ilmu komputer:

1. Menjadi pengajar yang baik

2. Berkomunikasi dan mendengarkan dengan baik 

3. Memberikan wawasan kepada orang lain (memiliki kesadaran sosial)

4. Empati dan dukungan terhadap rekan kerja 

5. Kemampuan berpikir kritis

6. Kemampuan menyelesaikan masalah 

7. Kemampuan menghubungkan ide-ide kompleks

Wow. Keterampilan tersebut lebih mengarah ke keterampilan dimiliki oleh seseorang dari jurusan Humaniora atau jurusan bahasa Inggris dibandingkan seorang programmer. Yap, pada akhirnya, temuan Google benar-benar mendukung Pembelajaran Emosi Sosial (S.E.L.). Keterampilan yang paling dapat ditransfer di hampir semua industri berada di bawah payung kecerdasan emosional. Inilah yang paling menarik. Google bangga dengan “A Teams,” yang terdiri dari ilmuwan top, masing-masing memiliki pengetahuan khusus dan mampu menghasilkan ide-ide mutakhir. Namun, analisis data menunjukkan bahwa gagasan terbaik dan produktif dari Google berasal dari "Tim B" yang terdiri dari karyawan yang tidak selalu merupakan orang terpintar dalam tim.

Lalu, apa yang akan Anda ajarkan kepada siswa Anda yang akan membuat mereka siap untuk menjalani karier?

source:psychologytoday.com

Kamu tidak perlu merasa cantik untuk bisa menyayangi tubuhmu


 

Setiap wanita yang pernah Aku temui seringkali menghabiskan waktu yang tidak menyenangkan di depan cermin. Saat sendirian, sambil memandangi bayangannya,dan tidak ada filter Instagram yang dapat menghaluskan sisi tubuh yang tidak disukai. Terlalu banyak gadis dan wanita, melihat sosok mereka sendiri diselingi dengan perasaan berat karena merasa tidak cukup baik.

Tanggapan budaya kita terhadap kebencian tubuh meluas  dari menilai tidak sempurna menjadi menghina. Kita mengharapkan wanita untuk dipenuhi dengan keyakinan dan kepekaan tubuh ketika di saat yang sama kita hidup di dunia yang mengajarkan kita bahwa tubuh kita tidak akan pernah bisa diterima. Kita dinasihati untuk secara ajaib menemukan kemampuan untuk mencintai segala sesuatu tentang tubuh kita ketika menghadapi gempuran periklanan oleh perusahaan yang mendapat manfaat dari rasa malu kita terhadap tubuh kita sendiri. Kita diberitahu untuk menempelkan plester luka pada luka psikologis kita dalam bentuk plester yang mengatakan, "Kamu cantik."

Memberitahu wanita bahwa mereka cantik bukanlah metode yang efektif untuk meningkatkan citra tubuh. Penelitian terbaru menunjukkan cara yang lebih baik.
Dalam serangkaian penelitian yang baru-baru ini dilaporkan dalam Psychology of Women Quarterly, menunjukan bahwa beberapa jenis latihan menulis dapat secara signifikan meningkatkan kepuasan tubuh wanita muda. Tak satu pun dari latihan ini meminta wanita untuk merasa cantik bagaimanapun penampilan mereka atau merasa percaya diri dengan penampilan mereka. Sebaliknya, mereka menawarkan kerangka berpikir yang berbeda tentang tubuh- kerangka berpikir yang berdasarkan pada kebaikan dan rasa syukur terhadap tubuhmu, bahkan jika kamu merasa tubuhmu tidak sempurna atau mengecewakan.

Pada penelitian tersebut, secara acak  perempuan ditugaskan untuk menghabiskan sepuluh menit untuk menulis satu dari beberapa jenis surat untuk mereka sendiri. Mereka duduk sendirian di depan komputer, mengetik surat mereka selama sepuluh menit, kemudian mengambil waktu lima menit untuk meninjau dan mengedit surat itu. 
Kami mengidentifikasi surat yang  memiliki dampak langsung dan positif terhadap kepuasan tubuh dan meningkatkan emosi positif yang dirasakan wanita. Dorongan pertama yang efektif diadaptasi dari latihan self-compassion yang dikembangkan oleh profesor Universitas Texas, Kristen Neff. Kami meminta para wanita untuk menulis surat kepada diri mereka sendiri dari sudut pandang seorang teman khayalan yang dapat menerimanya apa adanya. “Bayangkan teman ini dapat melihat semua kekuatan dan kelemahan Anda,”  “Renungkan apa yang dirasakan teman ini terhadap Anda: Anda dicintai dan diterima sesuai dengan keadaan Anda saat ini.” Desakan kedua serupa, tetapi terfokus pada tubuh. Dalam kondisi ini, para wanita menulis secara khusus tentang apa yang ingin diceritakan seorang teman khayalan yang menerimanya tanpa syarat.
Surat-surat yang ditulis para wanita itu menakjubkan. Mereka terkadang membuat tim peneliti menangis. Seorang wanita dalam kondisi penuh kasih sayang terhadap tubuh menulis, “Nah, temanku, ini dia. Kamu mendengarkan media, suara-suara yang kemudian memberi tahu kamu bahwa tubuhmu salah, tidak diinginkan, dan cacat. Tapi dengarkan aku. Tubuhmu luar biasa. Kamu melihat ketidaksempurnaan, tetapi Aku melihat kekuatan. . .Aku melihat bahu lembut untuk bersandar dan jari-jari elegan untuk menciptakan musik. Aku melihat mata yang penuh pengertian dan senyuman yang bisa menerangi ruangan. ”Tidak masalah apakah kita meminta wanita untuk fokus pada tubuh mereka atau tidak: Menghabiskan 15 menit pada surat-surat yang penuh cinta pada diri ini membuat mereka dalam suasana hati dan perasaan yang lebih baik, lebih positif tentang bagaimana mereka terlihat.

Kami melihat hasil yang sama dari surat yang dirancang untuk mendorong wanita melihat tubuh mereka dalam hal apa yang dilakukannya dan bukan bagaimana tampilannya. Instruksi yang diberikan adalah "Pikirkan tentang semua yang dilakukan tubuh Anda dan bagaimana itu membantu Anda melakukan hal-hal yang ingin Anda lakukan setiap hari,". Alih-alih bersimpati pada kekurangan yang dirasakan, dorongan ini membuat wanita menunjukkan rasa syukur terhadap tubuh mereka. Seorang wanita menulis, “Terima kasih, tangan, karena membiarkanku melukis, menulis, dan mengetikkan surat ini sekarang. Tanpa kamu, Aku tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya memegang tangan seseorang yang Aku cintai. Terima kasih, mata, karena telah membiarkanku melihat dunia, yang baik dan yang buruk. . . Tanpa tubuhku,Aku tidak akan pernah tahu rasanya merebahkan diri ke tempat tidur di penghujung hari yang panjang, atau berbaring di pantai di bawah sinar matahari. Aku tidak akan pernah bisa merasakan pelukan ibuku. ”
Di dunia di mana para wanita diajari untuk melihat tubuh mereka sebagai objek, dorongan ini mengingatkan penulis surat bahwa tubuh mereka tidak hanya untuk dilihat.

Jika kamu ingin memperbaiki citra tubuhmu, berhentilah mencoba menyukai setiap hal kecil yang kamu lihat di cermin. Lupakan tentang kampanye yang memaksa Kamu untuk merasa cantik seperti apa adanya diri kamu. Karena kamu tidak harus merasa cantik untuk perduli terhadap tubuhmu. Sebaliknya, keluarkan pena dan kertas (atau laptop), dan tulislah surat yang memanfaatkan belas kasih yang begitu sering kita rasakan untuk orang lain, tetapi gagal kita berikan untuk diri kita sendiri. Kamu bisa menunjukkan kebaikan, rasa hormat, dan rasa syukur tanpa mengubah satu pun dari penampilan kamu.