Psikologi Daily
Update setiap tanggal 10 setiap Bulan nya !
Selasa, 10 November 2020
Sudahkah kamu dewasa?
Sabtu, 10 Oktober 2020
Mencari Cara untuk Bahagia
Dunia seringkali menipu kita dengan menjanjikan kebahagiaan.
Saat Sekolah
Setelah Ujian Nasional itu berakhir, kita pun bahagia. Memilih melakukan berbagai macam cara untuk merayakan. Ada yang memilih untuk menonton film-film kesukaannya sepuas-puasnya di rumah. Ada yang memilih dengan mengadakan acara coret-coretan seragam bersama teman-teman.
Apapun itu acaranya, kita merasa jadi orang paling merdeka, kita bahagia.
Namun, hanya untuk beberapa hari.
Selanjutnya, kita dihadapkan lagi dengan kuliah atau kerja.
Ketika dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang sulit, kita pun stres kembali.
Dimana kah kebahagiaan saat coret-coret seragam itu? Kebahagiaan itu semakin lama terus semakin pudar, karena hidup pun harus terus berlanjut.
Suatu hari, kita mendapatkan pengumuman bahwa akhirnya kita lulus di universitas favorit atau mendapatkan pekerjaan yang kita idam-idamkan. Kita pun bahagia lagi!
Kita pun berpikir =, "Aha, akhirnya inilah saatnya aku menjalani hidup yang membahagiakan!"
Pengumuman yang membahagiakan itu pun ternyata semu. Ada kesulitan-kesulitan semasa kuliah atau kerja, yang terkadang kala membuat kita stres. Terkadang kala juga membuat kita putus asa dan ingin berhenti dari apa yang saat ini sedang kita jalani.
Saat Kuliah atau Kerja
Setelah skripsi itu selesai dan akhirnya kita wisuda, ternyata kenyataan pun tak sesuai dengan bayangan yang indah. Harus merasakan panas-panasan kesana kemari mengikuti proses rekrutmen dan seleksi di berbagai perusahaan. Harus merasakan tidak nyamannya ketika kamu ditolak oleh perusahaan tempat kamu melamar. dan belum lagi menghadapi rasa tidak nyaman ketika tetangga mulai nyinyir.."lulusan S1 kok belum kerja sih?"
Untuk yang sudah kerja, ternyata kesulitan-kesulitan itu tetap ada, malah kadangkali berat. Harus menghadapi kenyataan bahwa kerjaan kadang tak sesuai dengan gaji yang didapatkan. yang gajinya besar, mengeluh bahwa lingkungan kerja dan teman-temannya sangat tidak nyaman dan membuatnya kehilangan semangat. Beberapa orang juga mengeluh bahwa ia benci dengan apa yang ia kerjakan setiap hari, kalo kata orang-orang "kerjaan gue gak sesuai passion!"
Ada yang memutuskan untuk bertahan. Ada yang memilih resign. Ada yang memilih mencari kerjaan baru.
Setelah resign, kita merasa terbebas. terbebas dari kezoliman kalo kata orang-orang. Ada juga yang merasa terbebas dari perbudakan duniawi.
Tetapi, itu hanya sementara saja, perasaan merdeka hanya terasa 2-3 bulan setelah resign.
Setelah itu pun kita pusing, selanjutnya apa yang harus kita lakukan?
Uang mulai habis, tabungan mulai menipis..
Lalu, dimana kah letak kebahagiaan itu?
Lalu, kapan kita bisa menemukan kebahagiaan?
Minggu, 12 Juli 2020
Terjebak Sama Perencanaan Karier mu? Mari Mulai dengan Membuat Karier Jurnal
Manfaat Besar dalam melakukan perjurnalan sebagai alat untuk menjawab pertanyaan karier Kamu.
Apa saja yang perlu tercantum di Karier Jurnal?
Senin, 08 Juni 2020
Alasan mengapa resolusi tahun baru sangat mudah gagal
Hambatan terbesar #1:Menggantikan tugas yang seharusnya aku lakukan dengan tugas yang lebih mudah.
Hambatan terbesar #2:Menunda hingga sempurna
Hambatan terbesar #3:Mencari pembenaran dari sesuatu yang tidak ingin aku lakukan (padahal aku tau itu baik untuk aku)
Senin, 01 Oktober 2018
4 Penyebab Kamu Cuma dijadikan Pelampiasan!

Ini penyebab kamu cuma dijadikan pelampiasan aja!
Kesannya rebound relationship ini jahat ya..masa' macarin orang cuma gara-gara mau dijadiin pelampiasan. Tapi tunggu dulu..ada beberapa hal yang dapat menjelaskan mengapa rebound relationship ini akhirnya "terpaksa" terjadi..
1. Putus cinta adalah pengalaman yang tidak menyenangkan.
Mau itu kamu diputusin atau pun kamu yang mutusin, putus cinta bukanlah suatu yang mudah. Baik pihak yang diputusin maupun mutusin sebenarnya keduanya merasa sedih. karena ada kebiasaan-kebiasaan yang harus hilang..dari yang tiap hari sama dia..chat dia..eh sekarang jadi nggak..pasti gak enak. Dan orang yang tengah galau kayak gini, pasti jauh lebih mudah untuk didekitin. Padahal gak ada sama sekali bermaksud untuk menjadikan orang pelampiasan, tapi orang yang habis putus ini butuh sosok pengganti sementara..sampai akhirnya si orang yang habis putus ini bisa menerima dan terbiasa dengan kondisi barunya.
2. Ada orang yang gak bisa sendiri.
Biasanya sih cewe, dari yang biasanya ada yang anter jemput, eh sekarang bingung harus gimana dan lain sebagainya. Dan ini pasti bikin galau banget dong ya..dari yang apa-apa ada yang nemenin sekarang sendiri. Nah, ketika ada orang baru mendekati orang dengan kondisi bingung dan galau kayak gini, orang baru ini akan mudah banget untuk "masuk".
3. Ada nih yang menganggap single sebagai sebuah hal yang mengerikan dan memalukan.
Padahal sebenarnya belum ada orang lain yang bisa pas mengisi hatinya, tapi yaa..karena kebutuhan untuk mendapatkan image baik alias tidak jomblo ini (sebagaimana kita tau kaum jomblo adalah kaum yang sangat tertindas dan terbuli), maka siapapun lah orang baru yang datang bisa-bisa aja dijadikan pasangan.
4. Butuh tempat untuk menyalurkan kasih sayang
Dari yang biasanya ada yang diperhatiin, eh sekarang gak mungkin banget dong mau perhatian sama dia. Dari yang awalnya ada yang disayang2, sekarang jadi gak ada..pasti bikin galau banget. Nah, ketika ada orang baru yang datang, maka orang baru ini akan menjadi tempat untuk menyalurkan kasih sayang itu, yang harusnya dia berikan pada pacarnya yang dulu. Jadi orang baru ini cuma jadi tempat untuk menyalurkan kasih sayang bukan benar-benar sayang. Karena si orang yang baru putus ini butuh banget untuk menunjukan atau menyalurkan kasih sayang nya yang biasanya lancar-lancar aja dia salurkan ke pacarnya.
Terkadang orang yang habis putus ini pun bisa loh gak menyadari kalau dia sedang menjadikan orang lain pelampiasan. Jeleknya malah dia bisa jadi mengganggap dia benar-benar cinta dengan orang yang dia jadikan pelampiasan itu. Padahal orang yang dijadikan pelampiasan atau orang baru ini hanya menjadi pengganti peran sementara si mantan pacar, sampai pada akhirnya orang yang habis putus ini benar-benar bisa berdiri sendiri lagi atau siap untuk jatuh cinta lagi. Kalau masih bingung sudah siap pacaran atau belum, coba baca dulu artikel ini klik disini.
Ada yang pro dan kontra dengan rebound relationship ini. Ada yang bilang rebound relationship ini wajar dan justru jadi "obat" untuk orang yang habis putus cinta. Ada juga yang bilang rebound relationship ya jahat, karena kamu malah melukai hati orang lain untuk menyembuhkan luka di hati kamu. Kalau menurut kamu bagaimana?
Mengapa orang bisa selingkuh?


Kamis, 02 Agustus 2018
Apakah orang yang berbicara dengan diri mereka sendiri itu gila?

Jawabannya ternyata...Nggak. Meski pun kadang banyak yang beranggapan bahwa bicara sendiri itu gila tapi ternyata sebenarnya kita semua pasti pernah loh berbicara kepada diri kita sendiri. Dalam banyak situasi, self-talk merupakan komunikasi yang internal dan pribadi. Kita mungkin menganggap self-talk ini sebagai semacam bisikan samar yang kita dengar di dalam relung pikiran kita, kata-kata yang dikatakan di bawah napas kita, atau renungan.
Apakah kamu memiliki percakapan yang baik dengan dirimu belakangan ini? Pikiran apa yang terlintas dalam pikiranmu ketika Kamu sedang berdua dengan dirimu saja? Allen Ginsberg, penyair penyair dari generasi Beat tahun 1950-an, mengajukan pertanyaan, "Apa yang Kamu katakan kepada dirimu sendiri saat berbaring di tempat tidur pada malam hari, tanpa suara?"
Apapun bentuk dialog batin itu, itu adalah bagian dari kesadaran sehari-hari yang akan berlangsung terus menerus. Oh iya,ngomong-ngomong, orang-orang yang menderita gangguan mental serius, seperti skizofrenia, juga terlibat dalam self-talk. Namun, hal ini berbeda dengan bentuk self-talk pada orang yang normal, dimana dialog pada penderita skizofernia biasaya berkaitan dengan orang atau kekuatan lain di luar diri sendiri.
Selasa, 31 Juli 2018
3 nasihat percintaan yang ternyata salah selama ini!
1. Ketika kamu bertemu jodohmu,kamu bakal langsung tau kok!
faktanya tidak ada tanda di awal yang dapat membedakan apakah seseorang yang kamu temui adalah jodohmu atau bukan. Sebuah studi menunjukan bahwa tatapan pertama ataupun sentuhan pertama memiliki reaksi yang sama dalam diri kita baik pada hubungan yang singkat maupun hubungan yang awet.
2. Jual mahal
ketika kamu suka sama cowok, kamu harus jual mahal supaya dia ngejar kamu, karena cowok itu ngejar! sayangnya nasihat ini ternyata keliru. Ketika kita benar-benar menyukai seseorang tidak ada salahnya untuk menunjukannya. Namun, tentu dengan wajar, jangan sampai kamu terlihat sangat putus asa untuk mendapatkan pasangan.
3. Jangan cari pacar lewat online, nanti kamu ditipu atau nanti kamu ketemu orang aneh.
Banyak stereotype negatif terhadap pasangan yang awalnya bertemu lewat aplikasi dating atau semacamnya. Banyak yang bilang bahwa mencari pasangan dengan cara demikian hanya dilakukan oleh orang-orang yang putus asa karena gak dapet-dapet pacar. Namun, justru sebaliknya loh! Orang-orang yang mencari pasangan lewat aplikasi dating justru orang-orang yang cukup berkualitas dan memiliki status sosial ekonomi yang tinggi.
source:psychologytoday.com

